Showing posts with label tradisional. Show all posts
Showing posts with label tradisional. Show all posts

Tuesday, August 6, 2013

Kuah Kacang (super sedap!)

Assalamu'alaikum semua,

Malam ini ialah malam 29 Ramadhan 1434H. Sememangnya sudah hampir sampai ke penghujung bulan yang penuh rahmat dan keberkatan. Bulan yang sarat dengan janji baroqah dan maghfirah dari ALlah. Tirai tetamu Ramadhan kian hampir berlabuh meninggalkan kita. Namun, dalam sisa-sisa waktu ini marilah kita tetap membasahi lisan dengan selawat, dzikir, doa, tasbih, istighfar, solat sunat dan membaca al-Qur'an. Usah disia-siakan waktu yang berbaki ini (peringatan untuk diri sendiri juga yang sering alpa dan lalai, astaghfirullahal 'adziim...).

.
.
.
.

Baik, entri kali ini Shiela teruja sekali ingin berkongsi resipi kuah kacang yang sering menjadi menu tetap di setiap kali hari raya pertama. Resipi ini ibunda Shiela mendapatnya dari seorang chef di Sarawak sewaktu kami menetap di bumi kenyalang itu suatu waktu dahulu.

Masih Shiela ingat, sewaktu kecil hinggalah awal dewasa dulu kami adik-beradik memang merasakan sinonimnya kuah kacang ini dengan hari raya. Apa tidaknya, setiap kali raya adalah kuah kacang, setiap kali ada kuah kacang ❡mesti hari raya... mesti hari raya...❡.

Cuma yang pasti, resipi kuah kacang ibu Shiela ni memang menjadi sebutanlah. Sesiapa yang merasanya pasti tertawan cuma malu-malu nak minta resipi, heee... 

So, apa lagi, jom kita pakai cantik-cantik dan masuk ke dapur dengan anggunnya.


Kuah Kacang (super sedap!)

5 ulas bawang putih  }      
1 biji bawang besar   }   dikisar halus

10 biji cili kering (dimasak & dikisar)
2-3 batang serai (dititik)
500 gm kacang tanah - digoreng tanpa minyak sehingga agak perang dan ditumbuk/kisar (tidak terlalu  halus)

Sedikit air asam jawa
250-300 ml santan
500 ml air

Gula merah/gula manisan
Garam


Kuah kacang, nasi impit & lodeh bandung


Cara membuat :

- Mulakan dengan Bismillah...
- Tumis bahan-bahan kisar sehingga naik bau.
- Masukkan cili kering & serai dan tumis sehingga agak kering (naik minyak).
- Masukkan air dan kacang tanah. Masa ini bau dah mula naik. Oh! Mengancam....
- Masukkan sedikit air asam jawa juga santan dan dikacau sebati (semasa memasukkan bahan-bahan ini sentiasalah berselawat ya, itu juga antara bahan intangible yang besar kesannya)
-  Sesuaikan rasa dengan garam dan gula merah secukupnya. Masak hingga menggelegak.
- Sesuaikan juga kepekatan kuah. Sekiranya kelihatan pekat, tambahkan lagi air sedikit-sedikit  (sebab kacang akan mengembang bila dimasak)
- Bila sudah selesai, rasa puas hati, tutup api dan boleh angkat!



Tip :

~ Sekiranya kuah kacang cikpuan itu terlalu cair, jangan panik ok... jangan panik! Ada penyelesaiannya... (fuh, lega kan? Ok, sila urut dada sekarang...)

~ Ambil satu atau dua keping biskut cream cracker dan tumbuk menjadikannya biscuit crumbs dan masukkan sahaja ke dalam kuah tersebut.




** One comment from my dear hubby. "Before I got married to you, I don't ever taste this kind of wonderful kuah kacang. I think only you can make this delicious gravy of groundnuts in this world. Thank you dear for being my wife & a perfect 'kuah kacang' maker"... heee :)

(Ok bang, sekarang bukan Shiela seorang yang pandai buat kuah kacang sedap ni sebab resipi tu dah ada dalam blog, hehe...)

Wednesday, July 22, 2009

Lodeh Bandung & Kuah Kacang.... + nasi impit

Lodeh Bandung

I do feel the flu is coming this morning...yez indeed, it makes me weak physically & emotionally, but despite that uncomfortable feeling...and of course with the help from my maid, I still force myself to cook these dishes especially for my mom-in-law who is now staying with us during the week days. I noticed that she lost her appetite lately so I decided to cook this kind of menu today. I hope she will enjoy it....

After sending my 2nd son to school for his UPSR trial (actually he is still in MC due to his right humerus fractured) & chatting with Nina and Kak Inah at the school canteen, I started my 'journey' today to find all the ingredients needed. So, here it is.........


Lodeh Bandung
500 gm daging/udang
(daging direbus dgn pressure cooker terlebih dahulu)

3 ulas bawang merah
5 ulas bawang putih
1 biji bawang besar
1/2 inci halia
1/2 inci lengkuas
1 biji tomato
2-3 biji cili merah
2 biji buah keras
cekur (optional)
(semua bahan di atas dikisar halus)

3 sudu besar cili kering kisar

bunga kobis (dipotong kecil)
carrot (didadu)
ubi kentang (didadu)
kacang panjang (dipotong kecil)
(kuantiti sayur2an terpulang kpd masing2)

sedikit santan (~200ml)
air (~1 liter)



Cara membuat :


-Tumis bahan2 kisar sehingga naik bau
-Masukkan cili kering kisar

-Masukkan air, kentang dan karot diikuti dgn daging dan air rebusannya
-Masukkan bunga kobis dan kacang panjang
-Akhir sekali, masukkan santan...sesuaikan rasa dengan garam & gula secukupnya
-....dah siap dan boleh diangkat

**masak sayur2an jgn jadi terlampau lembut
**dinasihatkan oleh pakar2 pemakanan..(ewahh), supaya tidak dicampurkan daging ayam/lembu dengan makanan laut (seafood)...


(I specially created this name of 'Lodeh Bandung' because I got the idea from the dish that we ate when we had our family trip to Bandung in 2007...the morning we left Hotel Bukit Indah, Puncak, Bogor that day....we had our breakfast and one of the dishes that I love very much that particular morning is this menu...I asked my bibik what kind of broth is that...It was just so nice, lots of veges mixed with beef and served with a light coconut milk gravy (because it's hard to find coconut over there)...so, once reached home here, I decided to make that kind and it was so delighted to see that my family loves it very much...it is a kind of lontong or masak lodeh actually, but none of our family members like it...but, this lodeh is actually up to our taste and also the kids...)